Categories
News

Ide Interior Apartemen Berkelas di Jakarta

KetiKa meNdeNgar nama Upper East Side, yang terbayang di benak kita adalah sebuah daerah permukiman berkelas di Manhattan, new York City, aS. Permukiman yang didominasi pertokoan dan hunian kelas atas ini disebutsebut menjadi kawasan paling makmur di kota itu. Tak heran bila daerah tersebut memiliki elegansi tersendiri yang cukup menginspirasi banyak orang, termasuk dalam hal desain interior. Suasana itulah yang coba ditampilkan pada sebuah unit apartemen berikut ini. Luasan yang berbatas tak berarti tampilan berkelas tak bisa diterapkan di apartemen 2 kamar tidur ini. Berlokasi di Jakarta yang modern, gaya ala Upper East Side menjadi inspirasi yang tepat sebagai alternatif desain hunian selain minimalis.

Tak ada arogansi yang terlihat, karena kemewahan Upper East Side dipadu padankan dengan gaya shabby yang lembut. Mengambil esensi dari Belgian shabby chic, gaya yang terkenal dengan ciri lawasnya ini menjadi penyeimbang bentuk-bentuk modern gaya Upper East Side. Dari furnitur jati asli, upholstery linen, hingga finishing yang rustic, semua memberi sentuhan kesederhanaan yang khas. Penambahan unsur shabby pada konsep bentuk furnitur tak lantas menjadikan interior berkesan sepenuhnya feminin. Dominasi warna putih dan krem dengan segala gradasinya menciptakan nuansa nyaman yang cenderung netral. Minimnya sekat menambah kesan lapang pada ruang-ruang utama. Hasilnya, setiap pencahayaan alami atau buatan dapat terbias halus menciptakan citra ruang yang tenang. Apartemen jakarta ini genset perkins 10 kva yang di supply dari agen jual genset jakarta bergaransi resmi

Categories
News

BYOD: Keamanan Tetap Nomor Satu

S aat Anda memeriksa e-mail kantor di rumah atau menggunakan smartphone sendiri sebagai modem notebook milik kantor, berarti Anda sudah berlatih menerapkan sistem BYOD di pekerjaan Anda. Kini se- makin banyak perusahaan yang mengizinkan karyawannya untuk membawa peralatan mereka sendiri untuk aktivitas pekerjaan di kantor (lihat diagram di sebelah kanan). Perusahaan berharap BYOD dapat menambah tingkat kenyamanan karyawan sehingga dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menambah tingkat efisiensi perusahaan. Namun, hanya dua pertiga dari perusahaan yang mau mengendalikan praktek BYOD melalui sebuah kontrak dengan karyawan. Akibatnya, perusahaan yang tidak mengikat kontrak dapat menimbulkan masalah, terutama pada keamanan data. Data pribadi, perusahaan, surat wajib pajak, hak cipta, tanggung jawab, dan perlindungan karyawan bisa menjadi masalah dalam penerapan BYOD karena kontrol data di karyawan tidak diawasi ketat oleh perusahaan. Lalu apa yang harus dilakukan perusahaan dan karyawan jika ingin menerapkan sistem BYOD? Tidak banyak yang harus dilakukan, jika karyawan menggunakannya secara pintar.

Daftar lima pertanyaan yang paling penting bagi perusahaan dan karyawan dalam hal BYOD, CHIP berikan pada akhir artikel ini. Namun, langkah yang paling penting adalah membuat sebuah peraturan bersama-sama dengan bagian IT dan departemen hukum agar BYOD dapat digunakan dengan nyaman dan aman. Masalah dasar BYOD adalah penggunaan akses domain perusahaan di perangkat karyawan. Setelah gadget atau notebook karyawan tersambung pada jaringan Wi-Fi kantor, karyawan bebas mengakses data perusahaan di dalam smartphone mereka. Hal ini berarti ada pencampuran data di smartphone, antara data pribadi dan perusahaan. Seringnya, proses lalu-lintas data ini kurang terkontrol oleh perusahaan sehingga rawan penyalahgunaan.

Oleh sebab itu, BYOD juga memerlukan sebuah departemen TI yang mampu menjamin untuk menyaring data tersebut. Masalah lain yang sering timbul adalah penggunaan ganda perangkat lunak yang dibeli secara pribadi. Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan setiap lisensi yang digunakan pada perangkat lunak di komputer kantor. Jika tidak, tentu saja perusahaan akan kehilangan fungsi kontrol setiap karyawan sehingga risiko kebocoran data bisa saja terjadi. Disukai startup, bukan perusahaan besar “Biasanya, perusahaan-perusahaan skala kecil yang sering menerapkan BYOD”, ujar Carola Sieling, seorang pengacara di Jerman. “Namun, sangat normal BYOD diterapkan pada perusahaan-perusahaan Startup karena mereka belum memiliki supervisi di bagian IT”, tambahnya kepada CHIP Internasional.

Pada perusahaan besar, mereka jauh lebih ketat dan terorganisir dalam hal penggunaan smartphone dan gadget lainnya untuk bekerja. Di beberapa negara di Eropa, seperti Jerman, berdasarkan penelitian, trennya adalah menggabungkan antara perangkat pribadi dan perusahaan untuk mencapai keseimbangan kerja yang maksimum dan kenyamanan. Dari hasil survei yang dilakukan CHIP Internasional di daratan eropa, beberapa perusahaan besar sudah menerapkan peraturan tentang penggunaan perangkat pribadi dan perusahaan dalam sebuah perjanjian antara karyawan dan perusahaan. Biasanya, perusahaan-perusahaan besar tersebut sudah menyediakan berbagai perangkat untuk menunjang pekerjaan karyawannya. Di perusahaan sekelas Daimler di Jerman, mereka masih membuka diri untuk BYOD tetapi dengan peraturan yang ketat. Rencananya, BYOD mulai diterapkan di Daimler pada tahun depan, tetapi hanya untuk perangkat smartphone. Notebook masih tidak diizinkan dengan alasan keamanan dan biaya yang masih tinggi. Namun, tentu saja Daimler menerapkan keamanan penuh pada sistem ini. Sekitar 9000 karyawan Daimler yang sudah dipilih saat ini akan diizinkan untuk menggunakan smartphone pribadi mereka pada pekerjaannya.

Akan tetapi, sebuah aplikasi khusus dipasang untuk pengaturan antara data pribadi dan perusahaan. Sementara itu perusahaan telekomunikasi masih mempertimbangkan penggunaan BYOD. Hanya sekelompok orang yang sudah ditentukan perusahaan yang dapat mengakses data perusahaan melalui perangkat pribadinya. Namun, smartphone dan tablet dibekali dengan teknologi virtualisasi untuk keamanan data perusahaan. Menurut hasil survei, BYOD sendiri merupakan salah satu topik penting mulai tahun 2013 lalu, terutama yang berkaitan dengan hal-hal TI perusahaan. Perusahaan lainnya masih dalam taraf memikirkan menggunakan BYOD ditempat kerja. Hal ini karena biaya keamanan yang tinggi dan mereka harus mengupdate sistem keamanan di lingkungan perusahaan. Namun, tidak semua perusahaan memiliki keraguan terhadap BYOD.

Cisco misalnya. Perusahaan Amerika ini sudah menggunakan BYOD. Bahkan, di Amerika sendiri, 95 persen perusahaan sudahmenerapkan BYOD. Keengganan beberapa perusahaan menggunakan BYOD karena masalah keamanan. Dari sudut pandang TI, BYOD merupakan tantangan besar. Perangkat pribadi karyawan akan berhubungan langsung dengan pusat data perusahaan. Jika tidak ditangani dengan profesional, tentu saja bisa menimbulkan kekacauan data. Belum lagi masalah keamanan virus. Bisa saja saat USB flash disk yang bervirus dihubungkan ke perangkat kantor, bisa menyebarkan gangguan ke banyak PC. Keuntungan di kedua pihak Agar penerapan BYOD dapat berjalan lancar, baik pengusaha dan kar yawan disarankan untuk mempelajari BYOD sampai tingkat yang lebih lanjut. Perlu dibuat aturan dalam hubungan kerja sehingga karyawan bertanggung jawab hanya dalam kasus-kasus yang sangat spesifik. Peraturan juga harus adil sehingga jika ada karyawan melakukan kesalahan secara tidak sengaja, perusahaan juga tidak membebani 100 persen kesalahan tersebut kepada karyawan.

Namun, Sieling memperingatkan kita semua untuk tidak takut terhadap BYOD. BYOD tidak seburuk seperti yang digambarkan banyak orang. Bagaimanapun juga BYOD bisa menguntungkan bagi kedua belah pihak jika digunakan secara sehat. Selain itu, BYOD juga dapat meningkatkan nilai efisiensi bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak karyawan. Yang diperlukan dari penerapan BYOD sudah tentu pengawasan TI yang lebih kuat dari sebelumnya sehingga data perusahaan masih dapat diawasi dan dikelola dengan baik.

Sumber : https://teknorus.com/wa-web/

Categories
News

Transisi Pengelolaan Blok Rokan Dipercepat

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan pengelolaan Blok Rokan oleh operator baru, PT Pertamina (Persero), bisa menambah produksi minyak nasional. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi, Djoko Siswanto, mengemukakan Pertamina bisa berpartisipasi dalam kegiatan pengeboran di Blok Rokan mulai tahun depan. Keikutsertaan ini bisa dimulai saat perseroan membahas rencana kerja dan anggaran biaya (work plan and budget) bersama Chevron pada 2019. “Nanti Pertamina ikut (membahas) work plan and budget dulu. Nanti 2019 bisa ngebor,” ujar dia, kemarin. Keputusan ini terhitung cepat dibanding masa transisi Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie ke Pertamina. Di Mahakam, perusahaan minyak milik pemerintah itu baru bisa ikut serta mendanai pengeboran lapangan gas pada 2017 atau setahun sebelum kontraknya dimulai. Di Blok Rokan, Pertamina harus berunding untuk menyepakati kesepakatan transisi bersama Chevron. Nantinya, hasil perundingan akan menjadi bekal perusahaan migas asal Amerika Serikat itu untuk mengamendemen kontrak. Selain itu, Pertamina harus membayar biaya atas pengeboran yang disepakati di ladang minyak terbesar di Indonesia ini.

Keputusan penyerahan Blok Rokan terbit setelah Pertamina dan Chevron bersaing dalam proposal pengelolaan yang diajukan sejak bulan lalu. Menurut Wakil Menteri Energi Arcandra Tahar, Pertamina lebih unggul dalam hal besaran bonus tanda tangan sebesar US$ 784 juta dan komitmen kerja pasti sebesar US$ 500 juta. Saat ini, kata Arcandra, pemerintah sudah menyepakati syarat dan ketentuan operasi lapangan Rokan bersama Pertamina. Bagi hasil dibagi secara bruto melalui skema gross split. Dia menuturkan, pemerintah memberi jatah lebih besar di Lapangan Duri karena minyaknya tergolong heavy crude oil, yang banyak mengandung logam dan belerang sehingga keekonomiannya lebih rendah. Sekretaris Perusahaan Pertamina, Syahrial Mukhtar, mengatakan akan segera membicarakan proses transisi bersama Chevron.

“Kami pasti akan membicarakan langkah ini bersama Chevron,” kata dia. Guna menjaga produksi, Pertamina akan mencari sumber daya baru di 7.000 titik eksplorasi di Rokan. Perusahaan juga akan melanjutkan proyek pengurasan minyak yang dimulai Chevron. Kebutuhan dananya diperkirakan mencapai US$ 70 miliar atau sekitar Rp 1.015 triliun. Juru bicara Chevron, Danya Dewanti, menolak memberikan komentar atas rencana pemerintah tersebut. Meski begitu, perusahaan menyatakan bakal melakukan segala cara untuk menjaga kelangsungan produksi.“Kami berkomitmen untuk melaksanakan program kerja untuk memenuhi target produksi,” ujar dia

Categories
News

Arsenal dan Manchester United Kejar Dembele

LONDON — Pemain sayap Barcelona, Ousmane Dembele, menjadi target buruan terakhir klub raksasa Inggris Arsenal. Sejumlah media di sana menyebut Arsenal sedang berupaya mendatangkan pemain berusia 21 tahun itu sebelum jendela transfer musim panas ditutup hari ini. Tim Meriam London dikabarkan menawar Dembele seharga 89 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Rp 160 miliar untuk biaya peminjaman selama satu musim dan sisanya Rp 1,44 triliun akan dilunasi pada musim panas tahun depan sekaligus membuat Dembele permanen di Arsenal. Manajer Arsenal, Unai Emery, sudah membeli lima pemain pada bursa transfer musim panas ini. Mereka adalah bek Stephan Lichtsteiner dan Sokratis Papastathopoulos, gelandang Matteo Guendouzi dan Lucas Torreira, serta kiper Bernd Leno. Emery memberi sinyal ingin membeli satu lagi pemain sebelum memulai kompetisi Liga Primer Inggris musim 2018/2019. Bisa jadi Dembele-lah orangnya. ”Jika ada kesempatan, saya ingin mendatangkan satu pemain lagi. Tapi dengan syarat dia bukan pemain yang biasa-biasa saja.

Pemain itu harus sangat hebat,” kata Emery, dua pekan lalu. Jika berpatokan pada pemain yang sangat hebat, Dembele memenuhi syarat. Dembele salah satu pemain sayap muda yang punya masa depan cerah. Dia punya kecepatan, kelincahan, serta kecerdasan mengobrak-abrik kotak penalti lawan dari sisi sayap. Buktinya, pada musim lalu, Dembele sukses mencetak empat gol dan membikin sembilan assist dalam 23 kali penampilan bersama Barcelona. Arsenal akan memanfaatkan kegundahan hati Dembele yang dikabarkan sudah tak betah di Camp Nou. Terlebih setelah Barca membeli pemain sayap anyar Malcom dari Bordeaux seharga 37 juta pound sterling atau sekitar Rp 695 miliar pada Juli lalu.

Dembele merasa persaingan di Barcelona terlalu ketat setelah Malcom datang. Di Barcelona, Dembele juga kurang beruntung. Sempat bermain bagus di awal musim, dia mengalami cedera dan terpaksa absen beberapa bulan. Tanpa pemain sayap yang mumpuni, pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, mencoba strategi baru dengan mengandalkan Lionel Messi dan Luis Suarez di lini depan. Hasilnya ciamik. Bahkan para pemain Barcelona cukup nyaman dengan racikan baru Valverde. Celakanya, setelah pulih, Dembele lebih sering menjadi penonton. Kabar kepindahan Dembele ke Arsenal semakin hangat ketika ia berlibur di London pekan lalu bersama dua pemain The Gunners, PierreEmerick Aubameyang dan Henrikh Mkhitaryan. Ketiganya memang dekat lantaran pernah bermain di klub yang sama, Borussia Dortmund. Arsenal saat ini sangat kekurangan pemain di posisi sayap. Mereka hanya punya Alex Iwobi dan pemain muda Joel Campbell di posisi itu. Walhasil, Dembele bakal mendapat kepastian bermain rutin di bawah naungan Emery.

Namun media Spanyol, Mundo Deportivo, tak yakin Dembele bakal pergi. Menurut mereka, pemain berkebangsaan Prancis itu telah berbicara dengan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, dan menyatakan hasratnya untuk bersaing memperebutkan posisi di tim utama. Kabar kepindahan Dembele kian heboh setelah Manchester United juga disebut-sebut tertarik mendatangkan bekas pemain Stade Rennais itu. MU dikabarkan siap membayar Rp 1,6 triliun demi Dembele. “Jika kami mengarungi musim dengan skuad seperti ini, saya rasa kami akan kesulitan. Saya akan bicara dengan petinggi klub untuk kemungkinan pembelian pemain baru,” kata sang Manajer, Jose Mourinho.