BYOD: Keamanan Tetap Nomor Satu

S aat Anda memeriksa e-mail kantor di rumah atau menggunakan smartphone sendiri sebagai modem notebook milik kantor, berarti Anda sudah berlatih menerapkan sistem BYOD di pekerjaan Anda. Kini se- makin banyak perusahaan yang mengizinkan karyawannya untuk membawa peralatan mereka sendiri untuk aktivitas pekerjaan di kantor (lihat diagram di sebelah kanan). Perusahaan berharap BYOD dapat menambah tingkat kenyamanan karyawan sehingga dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menambah tingkat efisiensi perusahaan. Namun, hanya dua pertiga dari perusahaan yang mau mengendalikan praktek BYOD melalui sebuah kontrak dengan karyawan. Akibatnya, perusahaan yang tidak mengikat kontrak dapat menimbulkan masalah, terutama pada keamanan data. Data pribadi, perusahaan, surat wajib pajak, hak cipta, tanggung jawab, dan perlindungan karyawan bisa menjadi masalah dalam penerapan BYOD karena kontrol data di karyawan tidak diawasi ketat oleh perusahaan. Lalu apa yang harus dilakukan perusahaan dan karyawan jika ingin menerapkan sistem BYOD? Tidak banyak yang harus dilakukan, jika karyawan menggunakannya secara pintar.

Daftar lima pertanyaan yang paling penting bagi perusahaan dan karyawan dalam hal BYOD, CHIP berikan pada akhir artikel ini. Namun, langkah yang paling penting adalah membuat sebuah peraturan bersama-sama dengan bagian IT dan departemen hukum agar BYOD dapat digunakan dengan nyaman dan aman. Masalah dasar BYOD adalah penggunaan akses domain perusahaan di perangkat karyawan. Setelah gadget atau notebook karyawan tersambung pada jaringan Wi-Fi kantor, karyawan bebas mengakses data perusahaan di dalam smartphone mereka. Hal ini berarti ada pencampuran data di smartphone, antara data pribadi dan perusahaan. Seringnya, proses lalu-lintas data ini kurang terkontrol oleh perusahaan sehingga rawan penyalahgunaan.

Oleh sebab itu, BYOD juga memerlukan sebuah departemen TI yang mampu menjamin untuk menyaring data tersebut. Masalah lain yang sering timbul adalah penggunaan ganda perangkat lunak yang dibeli secara pribadi. Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan setiap lisensi yang digunakan pada perangkat lunak di komputer kantor. Jika tidak, tentu saja perusahaan akan kehilangan fungsi kontrol setiap karyawan sehingga risiko kebocoran data bisa saja terjadi. Disukai startup, bukan perusahaan besar “Biasanya, perusahaan-perusahaan skala kecil yang sering menerapkan BYOD”, ujar Carola Sieling, seorang pengacara di Jerman. “Namun, sangat normal BYOD diterapkan pada perusahaan-perusahaan Startup karena mereka belum memiliki supervisi di bagian IT”, tambahnya kepada CHIP Internasional.

Pada perusahaan besar, mereka jauh lebih ketat dan terorganisir dalam hal penggunaan smartphone dan gadget lainnya untuk bekerja. Di beberapa negara di Eropa, seperti Jerman, berdasarkan penelitian, trennya adalah menggabungkan antara perangkat pribadi dan perusahaan untuk mencapai keseimbangan kerja yang maksimum dan kenyamanan. Dari hasil survei yang dilakukan CHIP Internasional di daratan eropa, beberapa perusahaan besar sudah menerapkan peraturan tentang penggunaan perangkat pribadi dan perusahaan dalam sebuah perjanjian antara karyawan dan perusahaan. Biasanya, perusahaan-perusahaan besar tersebut sudah menyediakan berbagai perangkat untuk menunjang pekerjaan karyawannya. Di perusahaan sekelas Daimler di Jerman, mereka masih membuka diri untuk BYOD tetapi dengan peraturan yang ketat. Rencananya, BYOD mulai diterapkan di Daimler pada tahun depan, tetapi hanya untuk perangkat smartphone. Notebook masih tidak diizinkan dengan alasan keamanan dan biaya yang masih tinggi. Namun, tentu saja Daimler menerapkan keamanan penuh pada sistem ini. Sekitar 9000 karyawan Daimler yang sudah dipilih saat ini akan diizinkan untuk menggunakan smartphone pribadi mereka pada pekerjaannya.

Akan tetapi, sebuah aplikasi khusus dipasang untuk pengaturan antara data pribadi dan perusahaan. Sementara itu perusahaan telekomunikasi masih mempertimbangkan penggunaan BYOD. Hanya sekelompok orang yang sudah ditentukan perusahaan yang dapat mengakses data perusahaan melalui perangkat pribadinya. Namun, smartphone dan tablet dibekali dengan teknologi virtualisasi untuk keamanan data perusahaan. Menurut hasil survei, BYOD sendiri merupakan salah satu topik penting mulai tahun 2013 lalu, terutama yang berkaitan dengan hal-hal TI perusahaan. Perusahaan lainnya masih dalam taraf memikirkan menggunakan BYOD ditempat kerja. Hal ini karena biaya keamanan yang tinggi dan mereka harus mengupdate sistem keamanan di lingkungan perusahaan. Namun, tidak semua perusahaan memiliki keraguan terhadap BYOD.

Cisco misalnya. Perusahaan Amerika ini sudah menggunakan BYOD. Bahkan, di Amerika sendiri, 95 persen perusahaan sudahmenerapkan BYOD. Keengganan beberapa perusahaan menggunakan BYOD karena masalah keamanan. Dari sudut pandang TI, BYOD merupakan tantangan besar. Perangkat pribadi karyawan akan berhubungan langsung dengan pusat data perusahaan. Jika tidak ditangani dengan profesional, tentu saja bisa menimbulkan kekacauan data. Belum lagi masalah keamanan virus. Bisa saja saat USB flash disk yang bervirus dihubungkan ke perangkat kantor, bisa menyebarkan gangguan ke banyak PC. Keuntungan di kedua pihak Agar penerapan BYOD dapat berjalan lancar, baik pengusaha dan kar yawan disarankan untuk mempelajari BYOD sampai tingkat yang lebih lanjut. Perlu dibuat aturan dalam hubungan kerja sehingga karyawan bertanggung jawab hanya dalam kasus-kasus yang sangat spesifik. Peraturan juga harus adil sehingga jika ada karyawan melakukan kesalahan secara tidak sengaja, perusahaan juga tidak membebani 100 persen kesalahan tersebut kepada karyawan.

Namun, Sieling memperingatkan kita semua untuk tidak takut terhadap BYOD. BYOD tidak seburuk seperti yang digambarkan banyak orang. Bagaimanapun juga BYOD bisa menguntungkan bagi kedua belah pihak jika digunakan secara sehat. Selain itu, BYOD juga dapat meningkatkan nilai efisiensi bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak karyawan. Yang diperlukan dari penerapan BYOD sudah tentu pengawasan TI yang lebih kuat dari sebelumnya sehingga data perusahaan masih dapat diawasi dan dikelola dengan baik.

Sumber : https://teknorus.com/wa-web/

This entry was posted in News. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *