Sudah Imunisasi Batuk Rejan

Penting banget, lo, Ma, agar nanti si kecil yang baru lahir terhindar dari infeksi pertusis alias batuk rejan yang mudah sekali menular. Gejala infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan ini, awalnya hanya ringan, seperti: hidung berair dan tersumbat, bersin-bersin, mata berair, radang tenggorokan, batuk ringan, sampai demam.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Tapi bila tak segera diatasi, bisa membuat penderita kekurangan oksigen di darahnya hingga berbagai komplikasi, seperti pneumonia. Bahkan, pertusis dapat mengancam nyawa bila terjadi pada lansia dan anakanak, khususnya bayi baru lahir atau belum mendapat vaksin pertusis. Pada 2008, WHO memperkirakan ada 195.000 kematian yang terjadi pada anakanak akibat penyakit yang disebabkan oleh bakteri bordetella pertussis yang menyebar melalui udara ini.

 

Batuk rejan mempunyai ciri rentetan batuk keras terus-menerus yang diawali tarikan napas panjang lewat mulut (whoop). Seseorang bisa menderita batuk rejan hingga tiga bulan lamanya. Itulah mengapa, pertusis juga biasa disebut batuk 100 hari. Batuk rejan bisa menyebar dan menular dengan cepat. Karena itu, vaksin pertusis diperlukan untuk mencegah seseorang terkena batuk rejan. Vaksin membantu tubuh untuk menghasilkan antibodi. Nah, antibodi inilah yang berfungsi melindungi kita dari penyakit. AMAN BAGI MAMIL

Meningkatnya jumlah kematian pada bayi baru lahir mendorong Inggris mengembangkan program vaksin pada 2012 yang menawarkan kombinasi vaksin melawan difteri, batuk rejan, dan polio pada 700.000 mamil dengan kehamilan berusia 9 bulan. Penelitian yang dilakukan di Medicines and Helathcare Products Regulatory Agency (MHRA), London, ini menghasilkan sebuah analisis bahwa vaksin pertusis aman bagi mamil, karena tidak ada risiko kehamilan lain setelah vaksinasi dilakukan, seperti kematian Mama atau bayi, preeklamsia, keguguran, dan rendahnya berat tubuh bayi.

Begitu juga di Amerika Serikat. Akhir 2014, Journal of the American Medical Association (JAMA, jurnal medis yang diterbitkan oleh American Medical Association) menyatakan, vaksin pertusis aman bagi mamil. JAMA juga menganjurkan para mamil untuk melindungi bayinya yang baru lahir dari pertusis dengan vaksin tersebut sampai bayi cukup umur untuk mendapat vaksin sendiri.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

This entry was posted in Parenting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *